
Memahami LAS: format data penting dalam LiDAR
Dalam penginderaan jauh modern, LiDAR (Light Detection and Ranging) telah menjadi teknologi penting untuk menghasilkan data spasial yang sangat detail. LiDAR bekerja dengan memancarkan pulsa laser ke permukaan bumi dan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke sensor. Hasilnya adalah kumpulan titik tiga dimensi (point cloud) yang merepresentasikan permukaan dan objek yang ada di atasnya. Setiap titik mewakili lokasi permukaan objek yang dipindai oleh sensor, baik itu tanah, pohon, bangunan, maupun objek lainnya.
Namun, setelah data tersebut dikumpulkan, muncul pertanyaan penting: “Dalam format apa data LiDAR disimpan?”
Data LiDAR disimpan dalam format yang mampu memuat milyaran titik point cloud beserta atributnya. Format tersebut haruslah efisien dalam penyimpanan, terstruktur dan fleksibel, dan kompatibel dengan berbagai software pengolah data LiDAR.
Format Data LAS
Data LiDAR disimpan dalam format LAS. Format ini merupakan format berkas biner untuk menyimpan data point cloud 3 dimensi. Format LAS dikembangkan oleh ASPRS (American Society for Photogrammetry and Remote Sensing) dan telah diadopsi secara luas oleh komunitas geospasial global.
Dalam satu file LAS, setiap titik memiliki sejumlah atribut penting, antara lain:
- Koordinat X, Y, dan Z (posisi 3D)
- Intensitas pantulan sinyal laser
- Return number (berapa kali pantulan dari satu pulsa laser)
- Kode Klasifikasi
- GPS Time
Karena bersifat terbuka dan distandarisasi, format LAS telah menjadi pilihan utama dalam penyimpanan dan pertukaran data LiDAR antar instansi, lembaga, dan penyedia jasa survei.
Keunggulan Format LAS
-
Kompatibel
Data LAS dapat dibaca dan diproses di berbagai software populer, seperti terrascan, ArcGIS, QGIS, global mapper, dan lainnya.
-
Efisien
Mampu menyimpan milyaran titik point cloud, namun tetap efisien dalam ukuran file dan struktur data. Untuk kebutuhan kompresi, tersedia juga format .LAZ (versi kompresi dari LAS) yang memperkecil ukuran file tanpa kehilangan data.
-
Fleksibel
Mendukung beragam atribut tambahan yang bisa dimanfaatkan untuk analisis lebih lanjut, serta mudah dalam pertukaran data.
-
Akurat dan Detail
Dengan format LAS, pengguna dapat melakukan analisis spasial dengan presisi, mulai dari pembuatan DEM, DTM, atau 3D Mesh.
Format LAS telah menjadi standar utama dalam penyimpanan dan pertukaran data LiDAR karena kemampuannya merekam informasi spasial secara detail, terstruktur, dan kompatibel lintas platform. Namun, untuk menghasilkan data LAS yang akurat dan siap digunakan, diperlukan keahlian dalam seluruh tahapan, mulai dari perencanaan misi terbang, akuisisi data, hingga pemrosesan dan interpretasi hasil.
Geo Survey Persada hadir sebagai mitra profesional dalam layanan konsultansi foto udara dan LiDAR, dengan komitmen terhadap kualitas, akurasi, dan efisiensi. Dengan dukungan tim ahli dan teknologi terkini, Geo Survey Persada mampu mengelola data LiDAR dalam format LAS secara optimal, menghasilkan produk pemetaan yang memenuhi standar industri dan siap mendukung berbagai kebutuhan perencanaan, monitoring, serta analisis spasial.