Default Title

Peran LiDAR dalam Pemetaan dan Mitigasi Banjir

Peran LiDAR dalam Pemetaan dan Mitigasi Banjir

Peran LiDAR dalam Pemetaan dan Mitigasi Banjir

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang kerap menimbulkan kerugian besar, baik dari segi infrastruktur maupun keselamatan masyarakat. Untuk meminimalkan dampaknya, dibutuhkan data spasial yang akurat agar proses perencanaan, mitigasi, hingga penanganan dapat dilakukan dengan lebih efektif. Salah satu teknologi yang kini banyak dimanfaatkan adalah LiDAR (Light Detection and Ranging).

Apa itu LiDAR?

LiDAR (Light Detection and Ranging) adalah teknologi pemindaian jarak jauh yang menggunakan sinar laser untuk mengukur jarak ke permukaan objek. Dari hasil pengukuran itu, LiDAR bisa menghasilkan point cloud (kumpulan titik koordinat 3D) yang kemudian diolah menjadi model elevasi atau permukaan. LiDAR terdiri dari Airborne LiDAR, Terrestrial LiDAR, dan Mobile LiDAR. Airborne LiDAR dipasang pada pesawat atau drone, Terrestrial LiDAR berupa laser scanner yang dipasang pada tripod, dan Mobile LiDAR yaitu LiDAR yang terintegrasi pada wahana/kendaraan bergerak.

Peran LiDAR dalam Mitigasi Banjir

LiDAR mampu menghasilkan model elevasi medan dengan presisi tinggi (DEM, DTM, DSM), sehingga memudahkan pemahaman topografi wilayah serta memprediksi perilaku air saat terjadi banjir. Berikut adalah beberapa penerapan utama LiDAR dalam pemetaan dan pengelolaan banjir:

  1. Memetakan Area Berisiko Banjir

    Dengan data elevasi dari LiDAR, wilayah dataran rendah atau cekungan yang rawan banjir dapat dipetakan dengan sangat jelas. Data ini memungkinkan pembuatan peta risiko banjir yang lebih akurat dibandingkan metode konvensional.

    Informasi tersebut penting untuk perencanaan tata ruang, pembatasan pembangunan di zona berbahaya, serta menjadi dasar simulasi perilaku air saat curah hujan tinggi. Dengan demikian, potensi banjir dapat diprediksi dan diantisipasi lebih baik.

  2. Pengelolaan Saluran Air

    Topografi dan kemiringan lahan yang terekam dari LiDAR membantu memahami arah serta pola aliran air. Data ini menjadi acuan dalam merancang drainase, kanal, atau tanggul agar aliran air lebih terkendali.

    Dengan pengelolaan saluran air yang tepat, air hujan tidak menumpuk di satu titik,melainkan dialihkan ke jalur yang aman. Hal ini dapat mengurangi risiko banjir di wilayah pemukiman maupun area vital lainnya.

  3. Peringatan Dini Banjir

    LiDAR dapat dipadukan dengan sensor pemantauan untuk mendeteksi perubahan permukaan air secara real-time atau mendekati real-time. Teknologi ini mampu menangkap kenaikan air dengan cepat sebelum menimbulkan dampak serius.

    Data tersebut menjadi dasar aktivasi sistem peringatan dini, sehingga pihak berwenang dapat segera menginformasikan masyarakat di area berisiko. Dengan cara ini, evakuasi bisa dilakukan lebih cepat dan kerugian dapat ditekan.

  4. Mitigasi Pasca Banjir

    Selain untuk pencegahan, LiDAR juga berperan penting setelah banjir terjadi. Model elevasi yang dihasilkan membantu memetakan dampak bencana, seperti infrastruktur yang rusak, area yang tertutup endapan, hingga perubahan pada vegetasi.

    Informasi ini berguna untuk merencanakan strategi pemulihan jangka panjang. Dengan data yang presisi, pemerintah dan instansi terkait dapat memperbaiki kerusakan sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap banjir di masa depan.

Dari pemetaan area rawan, pengelolaan saluran air, hingga peringatan dini dan mitigasi pasca banjir, jelas bahwa LiDAR adalah teknologi kunci dalam manajemen risiko banjir. Keakuratan dan detail data yang dihasilkan menjadikan LiDAR dasar yang dapat diandalkan dalam perencanaan maupun penanganan bencana.

Untuk menjawab kebutuhan ini, Geo Survey Persada Indonesia (GSPI) hadir dengan dukungan teknologi pemetaan mutakhir. GSPI menggunakan sensor Satlab Apus-MX dan CHCNAV Alpha Air 450 sebagai perangkat LiDAR berpresisi tinggi, serta mengoperasikan UAV DJI Matrice 300 dan CHCNAV P330 Pro sebagai wahana akuisisi data yang andal. Kombinasi teknologi ini memastikan hasil point cloud yang detail, akurat, dan siap diolah menjadi model 3D untuk berbagai analisis, termasuk mitigasi banjir. Dengan pengalaman, SDM kompeten, dan peralatan berteknologi tinggi, GSPI berkomitmen menjadi mitra terpercaya dalam mendukung perencanaan infrastruktur, pemetaan wilayah, hingga strategi mitigasi bencana berbasis data spasial.