Default Title

Pitot Tube: Komponen Kecil dengan Peran Besar di Drone Survei

Pitot Tube: Komponen Kecil dengan Peran Besar di Drone Survei

Pitot Tube: Komponen Kecil dengan Peran Besar di Drone Survei

Sobat GSPI tahu gak sih?

Di balik kecanggihan drone survei yang sering kita lihat, ada satu komponen mungil tapi super penting yang sering terabaikan: Pitot Tube atau Tabung Pitot.

Image 1

Apa itu Pitot Tube?

Pitot Tube, atau dikenal juga dengan nama Tabung Pitot, adalah sensor yang dipasang di bagian luar drone. Pitot Tube ini berfungsi mengukur kecepatan udara atau airspeed saat drone terbang di udara. Data ini sangat penting untuk menjaga kestabilan penerbangan dan kualitas data survei. Tanpa Pitot Tube, drone tidak bisa menentukan kecepatan udaranya dengan tepat, yang dapat berimbas pada kualitas foto udara dan data spasial yang dikumpulkan.

Pitot Tube memiliki dua port utama:

  • Port Dinamis: Menghadap langsung ke aliran udara yang masuk saat drone bergerak, berfungsi mengukur tekanan udara yang dihasilkan oleh kecepatan drone.
  • Port Statis: Mengukur tekanan atmosfer di sekitar drone.

Pentingnya Pitot Tube dalam Survei Pemetaan

Survei pemetaan menggunakan drone mengandalkan pengambilan foto udara dengan overlap (tumpang tindih) yang tepat agar dapat menghasilkan peta dan model 3D yang akurat. Jika kecepatan drone tidak konsisten, foto yang dihasilkan bisa tidak seragam, menyebabkan overlap yang kurang optimal dan akhirnya mengurangi kualitas hasil survei.

Pitot Tube membantu drone menjaga kecepatan terbang konstan dengan memberikan data real-time kecepatan udara ke sistem kontrol penerbangan. Dengan begitu, drone bisa menyesuaikan akselerasi atau perlambatan agar tetap pada kecepatan ideal selama terbang.

Risiko Jika Pitot Tube Bermasalah

Masalah yang sering terjadi adalah Pitot Tube tersumbat akibat debu, lumpur, serangga, atau partikel kecil lainnya. Ketika ini terjadi, beberapa risiko yang dapat muncul antara lain:

  1. Kesalahan Pembacaan Kecepatan Udara

    Sistem membaca airspeed yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, tidak sesuai dengan kecepatan sebenarnya.

  2. Gangguan Kontrol Penerbangan

    Autopilot bisa salah menyesuaikan tenaga dan ketinggian, membuat drone tidak stabil.

  3. Perilaku Tak Terduga di Udara

    Drone bisa keluar jalur, goyah, atau mengambil foto pada interval yang salah, menyebabkan overlap tidak sesuai.

  4. Hasil Survei Kurang Akurat

    Hasil foto menjadi blur dan overlap tidak seragam sehingga hasil tidak akurat.

  5. Potensi Drone Crash

    Dalam kondisi ekstrem, drone bisa kehilangan kendali dan jatuh.

Di GSPI (Geo Survey Persada Indonesia), kami memahami bahwa setiap komponen, sekecil apa pun, berperan besar dalam keberhasilan misi survei. Karena itu, kami selalu memastikan semua sensor, termasuk Pitot Tube, dalam kondisi optimal sebelum penerbangan. Dengan kombinasi drone profesional, sensor LiDAR resolusi tinggi, dan tim berpengalaman di bidang pemetaan dan analisis spasial, GSPI memberikan layanan survei yang akurat, efisien, dan terpercaya. Kami mengedepankan prinsip efisiensi proyek, keamanan operasi, dan akurasi data.

Layanan GSPI meliputi:

Dengan pengalaman di berbagai proyek di Indonesia, mulai dari pertambangan, infrastruktur, hingga kehutanan, GSPI mampu menyesuaikan metode dan teknologi sesuai tantangan lapangan. Apapun kebutuhan survei udara Anda, GSPI siap memberikan hasil terbaik.