Default Title

Teknologi LiDAR dalam Dunia Pertambangan

Teknologi LiDAR dalam Dunia Pertambangan

Teknologi LiDAR dalam Dunia Pertambangan

Industri tambang merupakan sektor yang sangat bergantung pada data spasial untuk mendukung seluruh aktivitas operasional, mulai dari tahap eksplorasi, perencanaan, hingga pengawasan. Dengan kondisi medan kompleks dan luas, serta kebutuhan data yang dinamis dan cepat, survei pemetaan menjadi bagian krusial di industri pertambangan. Beberapa tantangan yang kerap ditemui meliputi kesulitan menghitung volume material yang akurat, risiko konflik akibat batas yang tidak jelas, hingga kebutuhan data topografi terkini. Di sinilah teknologi seperti LiDAR, drone, dan GNSS hadir sebagai solusi canggih untuk menyederhanakan kompleksitas pekerjaan tambang.

Image 1

Apa itu LiDAR?

LiDAR (Light Detection and Ranging) adalah teknologi pemetaan menggunakan pulsa laser untuk mendapatkan informasi jarak sensor ke objek. Sensor LiDAR dapat dipasang di drone ataupun pesawat. Hasil pengukuran LiDAR berupa point cloud yang memiliki koordinat X, Y, Z sehingga dapat digunakan untuk pemodelan permukaan dalam 3 dimensi. Output dari pemetaan LiDAR mencakup berbagai bentuk data spasial yang bernilai tinggi, seperti point cloud 3D, Digital Terrain Model (DTM), Digital Surface Model (DSM), kontur, hingga peta topografi. Masing-masing produk tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan pemetaan dan analisis spasial.

Image 2

Peran LiDAR dalam Pertambangan

  1. Survei detil topografi

    LiDAR memungkinkan pemetaan topografi area tambang secara detail, bahkan di wilayah tertutup vegetasi atau sulit dijangkau. Data ini menjadi dasar penting untuk perencanaan tambang, seperti penentuan jalur hauling, zona penambangan, hingga lokasi pembangunan fasilitas penunjang.

  2. Perhitungan kemiringan lereng

    Kemiringan lereng yang terlalu curam dapat memicu longsor dan membahayakan keselamatan pekerja serta peralatan. Dengan data elevasi yang diperoleh dari LiDAR, tim teknis dapat melakukan analisis slope stability untuk mengetahui derajat kemiringan setiap lereng secara akurat.

  3. Perhitungan volume cut and fill

    Dalam pertambangan, kegiatan cut and fill sering dilakukan, entah untuk menyiapkan area operasional, akses jalan, ataupun zona pembangunan. Dengan adanya LiDAR, volume cut (galian) dan fill (timbunan) dihitung lebih akurat sehingga akan mengurangi risiko pemborosan material dan biaya.

  4. Perhitungan volume stockpile

    Material hasil tambang yang disimpan di stockpile perlu dihitung volumenya untuk keperluan pencatatan, logistik, dan pelaporan produksi. LiDAR memungkinkan pemodelan 3D stockpile secara detail sehingga estimasi volume bisa dilakukan tanpa perlu kontak langsung ke lapangan.

Layanan Survei LiDAR di Indonesia

Seiring meningkatnya kebutuhan industri tambang akan data spasial yang akurat, Geo Survey Persada Indonesia hadir sebagai konsultan terpercaya melalui layanan survei berbasis LiDAR, GNSS, dan foto udara. Dengan kombinasi antara pengalaman lapangan, tenaga ahli, dan perangkat teknologi mutakhir, GSPI mampu memberikan hasil survei yang presisi tinggi, efisien, dan siap digunakan dalam berbagai tahap kegiatan pertambangan. Layanan kami berupa survei LiDAR untuk pemetaan topografi detail; produksi data spasial seperti DTM, kontur, ortofoto, dan point cloud; perhitungan volume; hingga analisis lereng. Dengan rekam jejak dalam berbagai proyek di sektor tambang, GSPI terus berkomitmen untuk memberikan layanan pemetaan yang tidak hanya akurat dan presisi, tapi juga mendukung pengambilan keputusan yang efisien.