
Tips Menentukan Jalur Terbang yang Efisien Sesuai Bentuk Area
Dalam pemetaan udara menggunakan drone, pembuatan jalur terbang adalah salah satu faktor krusial yang menentukan kualitas hasil foto maupun data spasial. Jalur terbang yang baik tidak hanya membuat misi lebih efisien, tetapi juga memastikan area terliput secara penuh dengan pertampalan (overlap) yang cukup, sehingga mosaik foto udara atau model digital dapat terbentuk dengan akurat.
Sering kali area yang menjadi AOI (Area of Interest) memiliki bentuk yang beragam. Ada yang berbentuk poligon, ada pula yang memanjang dan tidak beraturan seperti sungai, jalan raya, atau rel kereta. Perbedaan bentuk ini menuntut strategi jalur terbang yang berbeda agar misi berjalan efektif. Berikut adalah beberapa tips untuk menentukan jalur terbang yang efisien sesuai bentuk area:
-
Analisis Bentuk dan Karakteristik Area
Sebelum menyusun jalur terbang, perlu diperhatikan batas dan bentuk AOI yang akan disurvei. Apakah area berbentuk poligon, simetris, memanjang, atau justru tidak beraturan? Pemahaman ini akan memengaruhi pola jalur yang dipilih nantinya.
-
Perhatikan Hambatan dan Kondisi Lapangan
Selain bentuk area, kondisi lapangan juga tidak kalah penting. Hambatan seperti pepohonan tinggi, tiang listrik, bangunan, atau tower komunikasi bisa memengaruhi jalur terbang. Oleh karena itu, sebelum penerbangan, sebaiknya lakukan pengecekan melalui peta digital seperti Google Earth untuk melihat kontur serta ketinggian area. Untuk mendukung akurasinya, dapat dilakukan survei langsung juga di lapangan. Informasi ini akan membantu menentukan ketinggian terbang yang aman dan konsisten. Jika menggunakan fitur pre-flight planning, Anda juga bisa mengatur jalur agar menghindari titik-titik rawan tabrakan. Dengan begitu, keamanan penerbangan tetap terjaga tanpa mengurangi kualitas data yang dikumpulkan.
-
Bagi Jadi Beberapa Kali Penerbangan
Untuk area yang cukup luas atau tidak beraturan, bagi AOI jadi beberapa bagian/segmen kecil. Hal ini akan memudahkan pembuatan jalur terbang dan waktu terbang lebih efisien. Dalam membagi area, dapat dipertimbangkan kapasitas baterai, GSD, dan tinggi terbang untuk menentukan berapa kali pesawat harus terbang untuk mengcover seluruh area.
-
Pilih Pola Jalur yang Tepat untuk Setiap Bentuk AOI
Pola jalur ini sangat dipengaruhi oleh bentuk AOI survei. Dalam survei, biasanya pola jalur terbang yang digunakan yaitu pola jalur grid/paralel dan linear/corridor mapping.
- Pola grid/paralel: cocok pada area luas berbentuk poligon. Pola ini sederhana, mudah diatur, dan efisien untuk cakupan besar.
- Pola linear atau koridor: digunakan untuk area memanjang, seperti survei jalan raya, pipa saluran, sungai, atau jaringan rel. Jalur ini biasanya mengikuti garis tengah AOI dengan lebar liputan tertentu di kedua sisinya.
-
Tambahkan Buffer Area
Selalu tambahkan buffer area di luar batas AOI sekitar 10 - 50 meter. Buffer memastikan seluruh area terliput penuh, mencegah bagian pinggir terpotong.
-
Atur Overlap Sesuai Kebutuhan
Pertampalan antar foto (overlap) adalah faktor yang sangat menentukan kualitas hasil akhir, terutama untuk pembuatan mosaik maupun model 3D. Umumnya, digunakan front overlap sebesar 70–80% dan side overlap 60–70%. Angka ini cukup untuk memastikan setiap foto memiliki area yang tumpang tindih sehingga dapat dijahit dengan baik dalam proses pengolahan.
Dengan jalur terbang yang direncanakan secara tepat, pemetaan udara jadi lebih efisien dan akurat. Di setiap proyek, kebutuhan data spasial yang akurat menjadi kunci penting dalam pengambilan keputusan. Karena itu, Geo Survey Persada Indonesia hadir dengan berbagai layanan, mulai dari foto udara, LiDAR, hingga survei topografi. GSPI berkomitmen membantu menghadirkan data yang lebih presisi dan dapat diandalkan, agar setiap keputusan berbasis pada informasi terbaik.